Perayaan Malam Indonesia atau dalam bahasa Polandia disebut “Wieczór Indonezyjski” diselenggarakan berkat kerjasama KBRI Warsawa dengan Jurusan Sastra Indonesia dan Melayu pada Institut Linguistik, dan Jurusan Musikologi di Universitas Adam Mickiewicz, Poznań. Acara telah berlangsung pada tanggal 20 Mei bertempat di Sala Pod Zegarem, Centrum Kultury Zamek di Poznan, dihadiri pengunjung sekitar 200 orang lebih dari kalangan mahasiswa Universitas Adam Mickiewicz dan dibuka juga untuk umum.
Dr. Teija Gumilar salah seorang Dosen senior pada Jurusan Sastra Indonesia dan Melayu telah banyak berperan untuk menyukseskan acara Hari Indonesia, begitupula dengan Mgr. Daria Zozula, pembimbing akademis mahasiswa pada Jurusan Sastra Indonesia dan Melayu juga turut membantu jalannya “Wieczór Indonezyjski”.
Sepanjang koridor Sala Pod Zegarem, Centrum Kultury Zamek dipamerkan foto-foto tentang keadaan di Indonesia yang dibuat oleh beberapa mahsiswa dari Jurusan Sastra Indonesia dan Melayu yang pernah mengikuti program Darmasiswa.
Kegiatan Indonesian Day dimulai pukul 18.00 sore diawali presentasi singkat dengan slide mengenai Indonesia yang dibawakan oleh 2 (dua) orang mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia dan Melayu yakni Kazia Styszynska dan Kinga Tokarz. Mereka menguraikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Polandia tentang profil negara Indonesia, budaya di Indonesia, hubungan bilateral Indonesia dan Polandia dengan adanya kunjungan mantan Presiden Polandia Mr. Lech Walesa ke Indonesia pada tanggal 12 Mei yang lalu untuk bertemu dengan Presiden Indonesia, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono.
Para mahasiswa dari Jurusan Sastra Indonesia dan Melayu dan dari Departemen Musikologi mengisi acara dengan mementaskan kabaret yang berjudul Malin Kundang dalam bahasa Indonesia. Kemudian seorang mahasiswa yang bernama Rafal Remborski membawakan puisi karya Chairil Anwar yang berjudul Aku. Mereka juga menampilkan dua buah lagu Indonesia yaitu Ayo Mama dan Merah Putih diiringi oleh gitar yang dipetik oleh Dorothea Stelmachowska (salah seorang Dosen Bahasa Melayu).
Pihak KBRI Warsawa memberikan suguhan berupa atraksi gamelan yang dimainkan oleh Warsaw Gamelan Group, yang sebelumnya dijelaskan oleh Dawid Martin, Staf KBRI Warsawa mengenai gamelan dan 2 buah tarian yang dibawakan oleh Maria Szysmanska, yakni tari Gambyong dan Yapong. Dilanjutkan Tari Oleg Tambulilingan oleh Martyna Cwiek. Kemudian penampilan lagu-lagu kroncong oleh Dawid Martin dan Eko Winardi, dengan lagu-lagu seperti Kuda Lumping, Cucak Rowo dan Anoman Obong. Sebagai penutup acara dipersembahkan atraksi pencak silat oleh Eko Winardi dengan diiringi musik gamelan membuat acara semakin menjadi menarik para pengunjung yang hadir malam hari itu.
Para pengunjung yang hadir malam hari itu dipersilahkan untuk mencicipi makanan khas Indonesia seperti sate ayam, nasi putih dan gulai daging, bakwan yang semuanya itu telah dipersiapkan sendiri oleh para mahasiswa.
Jurusan Sastra Indonesia dan Melayu pada Institut Linguistik yang dibuka pada 1 Oktober 2009, ingin mengadakan kegiatan Hari Indonesia dan menurut rencana akan rutin dilakukan setiap dua tahun sekali. Pihak universitas juga mengharapkan, pada masa-masa mendatang lebih banyak mahasiswa Universitas Adam Mickiewicz berpartisipasi dalam program Darmasiswa dari Pemerintah Republik Indonesia (Sumber: KBRI Warsawa)