The 3rd Multicultural Lublin 2010 telah berlangsung sejak tanggal 26 s/d 30 Mei 2010 di kota Lublin, ibukota Provinsi Lubelskie, Polandia Timur. Kegiatan Festival Multicultural tersebut antara lain presentasi film, pertunjukan seni dan budaya, pameran foto. Kegiatan dilaksanakan di berbagai tempat di kota Lublin, di Pusat Budaya, Islamic Center, Art Center, Gereja, dan Taman. Negara-negara yang berpartisipasi pada acara tersebut seperti Ukraina, Belarus, Indonesia dan Polandia. Dari Polandia diikuti antara lain Organisasi Muslim di kota Lublin, Gereja Orthodoks, Organisasi Agama Kristen Protestan, Organisasi Agama Yahudi, dan masyarakat Afrika yang bermukim di kota Lublin dan sekitarnya.
Festival Multicultural yang diselenggarakan di kota Lublin bertujuan untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat setempat di kota Lublin, bahwa ada beraneka macam budaya, agama yang ada di tengah-tengah masyarakat pada kota Lublin, saling toleransi satu dan lainnya. Selain itu, menurut panitia penyelenggara festival dimaksudkan juga salah satunya untuk mempromosikan kota Lublin.
KBRI Warsawa turut ambil bagian dengan mengisi pentas budaya pada tanggal 29 Mei 2010 pada sebuah panggung di Ogrod Saski atau Saxon Garden, dengan durasi waktu pertunjukan sekitar 1,5 jam. Indonesia mendapat urutan ketiga setelah penampilan dari Belarus dan Ukraina.
Acara yang disuguhkan oleh Indonesia adalah penampilan lagu-lagu kroncong, campur sari dan dangdut yang dibawakan oleh Dawid Martin, Eko Winardi dan Tomasz Matlingiewicz. Mereka membawakan lagu-lagu seperti Gambang Semarang, Hai Apa Kabar, Kuda Lumping, Cucak Rowo dan Anoman Obong, dengan iringan Gitar, Okuele dan Gendang.
Kemudian dilanjutkan dengan pentas gamelan Jawa yang dimainkan oleh Warsaw Gamelan Group dengan beberapa lagu antara Lancaran Kebogiro, Lancaran Manyar Sewu, Gendhing Kodok Ngorek, Gangsaran Lawung Jajar, dan Lancaran Serayu. Sebuah tarian dibawakan oleh Maria Szymanska, yakni Tari Yapong dengan iringan gamelan.
Atraksi silat yang dibawakan oleh Eko Winardi merupakan pertunjukan penutup yang disuguhkan dari Indonesia. Pengunjung yang hadir terlihat sedikit tegang ketika Eko Winardi memperagakan adegan menyayat tangan dengan menggunakan senjata tajam (Mandau) yang cukup mendebarkan jantung mereka.
Pada umumnya para penonton yang menyaksikan pertunjukan dari Indonesia di Saxon Garden merasa senang, walaupun siang hari itu di kota Lublin udara mendung dan sedikit gerimis.
Kegiatan pentas seni dan budaya dari Indonesia pada Festival Multicultural di kota Lublin adalah pertama kalinya KBRI Warsawa berpatisipasi pada acara tersebut. Panitia penyelenggara mengharapkan di masa mendatang bisa tetap ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.(Sumber: KBRI Warsawa)












